A Hopeless Girl In Bangkok : Part 5

2067 Words

"Kelamaan gak nungguinnya?" Mia menggeleng. Ia malah asyik jajan. Mumpung panas dan banyak yang menjual es-es segar. Ada es kelapa, ada es krim dan jus-jus warna-warni dari buah asli. Bukan yang asal-asal kayak di Indonesia loh. "Urusannya udah selesai, Bang?" Lelaki itu tersenyum kecil. "Tadi udah Zuhur?" tanyanya. Karena solat di sini memang agak sulit. Meski ada banyak masjid jika kita cari di internet. Tapi di lapangan seperti ini kan belum tentu. "Belum, Bang. Bingung jalannya," ungkapnya. Ia tadi sempat bertanya tapi bingung sendiri karena lagi-lagi kendalanya adalah bahasa. Sama seperti warga lokal di Indonesia, tidak semua pandai berbahasa Inggris. Meski wajah Mia tampak sama dengan muslim di sini. Mungkin karena matanya agak kecil. "Ya udah. Solat dulu. Tadi aku mau solat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD