104. Fakta Menyakitkan

1904 Words

“Sekarang, apakah aku boleh pergi?” Ambroos bertanya pada Espen setelah memberitahu semua yang ia tahu. Espen mengangguk sambil tersenyum kaku. “Tentu saja,” ujarnya lalu melepas ikatan tali Ambroos. Tak basa-basi lagi, Ambroos segera keluar dari ruang interogasi keamanan. Senyum kemenangan pun terukir di bibir. Namun, saat ia baru membuka pintu, ada dua bodyguard Isaac yang menjaga Espen menghalangi. Mereka mengangguk pada Espen dan langsung mencekal kedua lengan Ambroos. “Apa-apaan kalian?!” seru Ambroos berusaha memberontak. Sia-sia, tubuhnya diseret masuk kembali ke dalam ruang interogasi. “Kau sudah berjanji untuk melepaskanku!” tuntutnya pada Espen. “Aku sudah melepaskanmu!” jawab Espen dengan nada enteng. Ia melangkahkan kaki keluar ruang sambil berkata. “Masalah urusan mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD