“Starla!” Jia Li berlari kecil menghampiri Starla tepat ketika ia masuk ke dalam koridor. Di belakangnya, ada Layba dan Samantha. Ikut berjalan ke arah Starla. “Hai!” sapa Starla pada ketiga temannya. Bukannya menjawab sapaan dari Starla, Jia malah memutar-mutar tubuh Starla, seakan ia sedang mengecek sesuatu yang serius. “Oh, kau baik-baik saja? Aku sangat khawatir padamu!” tukas Jia. “Ke mana saja kau kemarin? Kau tidak masuk dan kau tidak mengabari siapapun! Kau membuat kami semua cemas. Dan lagi, aku menghubungi ponselmu ratusan kali tapi sekali pun kau tidak mengangkatnya. Apa kau bahkan mengecek pesan terakhir yang aku kirim pagi ini?!” Pertanyaan Jia yang bertubi-tubi membuat Starla meringis. “Maaf ...” “Maaf saja tidak cukup, Starla.” Keempat kepala wanita itu menoleh dan me

