"Ayo Andini!" seru ayah Andini yang sudah stay di atas motornya, menunggu putrinya yang baru mulai pamitan dengan ibunya. "Kalau gitu aku pamit lagi, Bu." Andini menyalimi tangan ibunya, memperbaiki bagian atas jilbabnya yang sempat turun disapu angin. "Bu, uang bulanan aku," sambung Andini sambil menengadahkan tangannya, menyeringai lebar, girang. Ibu Andini memasang muka masam, mengambil dompet panjangnya yang dihimpit di bawah ketiak, mengeluarkan 2 lembar uang merah untuk Andini. "Sisanya ibu transfer," ucap ibu Andini sambil menyerahkan uang di tangannya pada Andini yang sedang menengadah. Andini mengangguk mantap. Cipika-cipiki dengan ibunya sebelum naik ke atas motor, berangkat ke stasiun diantar ayahnya yang sudah sabar menunggu sejak tadi. oOo Kereta kelas ekonomi melaju deng

