Chapter 45

1404 Words

Andini sadar diri bahwa ia adalah gadis yang baik hati dan tidak sombong, punya sikap menghargai di luar batas nalar manusia, bisa dibilang... Andini adalah makhluk paling terpuji di dunia ini, begitulah kira-kira isi pikiran Andini yang menyombongkan diri saat ini. Andini berbaik hati melangkah keluar kelas bersama teman sekelasnya, laki-laki canggung itu. Andini mendengus pelan setelah menyadari ada 4-5 orang yang mengikuti mereka, nampaknya tukang ngintil itu teman si laki-laki yang secara tidak langsung juga merupakan teman sekelas Andini. "Mau ke mana Fiqh?" tanya Andini yang terus melangkah bersisian dengan jarak 1 meter dari Fiqh, teman laki-laki sekelas Andini yang canggung itu. "Eh? Ke taman?" tanya Fiqh, ikut bingung. Andini mengangguk pelan. Mata Andini awas memperhatikan t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD