Kenapa Ayah serta Ibu datang lagi? Bukannya kami baru saja bertemu? Ah, terserah. Kali ini kubiarkan Hadi untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Berani berbuat, berani juga bertanggungjawab. Bukankah begitu? Meskipun berstatus suami, akan tetapi lelaki itu tidak bisa berbuat semena-mena terhadapku. Aku telah menghubungi Hanin dan berencana akan menghabiskan malam bersamanya. Kurasa aku lebih baik tidak pulang dari pada harus menyelamatkan lelaki itu dan istri barunya. Kira-kira bagaimana reaksi kedua mertuaku saat melihat anaknya sedang berduaan di rumah dengan seorang wanita, ya? Apalagi tadi di restoran, Hadi memperkenalkan Tiara sebagai sahabatku. Taksi yang kutumpangi berhenti di depan rumah Hanin. Aku telah membatalkan rencana awal untuk bertemu di luar rumah. Setelah menimbang, a

