Rania dan Dave berkumpul kembali di ruang meeting yang baru saja mereka tinggalkan, Pak Santoso kembali ke pekerjaannya semula yang memang tidak bisa ia tinggalkan sementara Rachel dan Pak Heri masih ikut menemani. Tidak ada yang berbicara untuk beberapa saat Dave tampak serius memikirkan jalan keluar dari masalah yang tiba-tiba saja muncul sementara proses produksi sudah siap dimulai sesuai jadwal. Jari tangannya sibuk mengetuk meja bergiliran hingga menjadi satu-satunya suara yang terdengar di ruangan besar tersebut. Dave menatap Rania, wanita itu tampak gelisah juga. Ia tahu betul apa arti Red Shoes untuk Rania sendiri dan Dave juga tidak mau nama baik Pan Group hancur hanya karena masalah di awal seperti ini. "Kita tidak punya pilihan." "Pak Heri, kita akan undur produk ini dan mula

