"Mungkin dari kolega atau rekan bisnis kamu." Dave mencoba berpikir positif lagi pula ia sangat percaya kepada Rania, kepada tatapan lembut yang selalu di tujukan untuk dirinya saja. "Enggak ada nama pengirimnya, jadi aku kira dari kamu Dave." Lirih Rania, padahal wania itu sudah bersemangat sekali karena mengira mendapat hadiah dari Dave meskipun barang sejenis ini dapat ia beli sendiri tapi apa pun dari Dave, Rania menginginkannya. "Selagi benda itu berguna dan kamu suka, terima aja. Kecuali yang kasih seseorang yang mungkin menganggap kamu lebih spesial dari seorang rekan kerja." Dave mengangkat kedua bahunya selagi sibuk dengan kemudi. Rania tersenyum, ia senang mendengar nada cemburu dalam ucapan Dave. "Kenapa tertawa?" Dave mempertanyakan sikap Rania itu. "Enggak, aku seneng aja

