Jakarta selalu sama, siang dan malam udaranya terasa penat mungkin juga karena polusi dan macet sampai-sampai Rania tidak bisa membayangkan bagaimana ia kalau hidup tanpa pendingin ruangan. "Mungkin kamu jadi mirip ikan asin." Canda Dave. "Itu artinya aku jadi bau amis?" "ya sejenis itu." Rania memukul lengan Dave hingga pria itu mengaduh padahal ia sedang mengendalikan setir dan fokus terhadap jalan di hadapannya meskipun ia masih bisa mengejek Rania seperti barusan. "Maksud aku, kita mungkin bisa jalan-jalan ke tempat yang udaranya seger atau yang pemandangannya serba hijau pepohonan gitu loh Daveee!" dari nada bicaranya Rania terdengar sedikit jengkel, ia tidak mengerti kenapa Dave sering sekali melucu saat bersamanya padahal beberapa kali Rania terlibat dalam urusan bisnis keduany

