Malam itu Arlan membuang segala gemuruh di hatinya dengan berenang di kolam renang yang ada di belakang rumahnya. Dengan kekuatan penuh, ia mengayunkan tangannya yang berurat dan kokoh, menerjang air kolam yang membentang di hadapannya seolah ia ingin menerjang tembok tinggi rasa bersalah yang terus-menerus menderanya. Apalagi tatkala ia menatap ke sisi taman, di mana tempat itu adalah saksi bisu awal mula terjadinya peristiwa naas itu. Dan dialah dalang dibalik semua insiden berdarah itu. Lagi-lagi kenangan itu kembali mencuat begitu nyata seolah baru saja terjadi. “Sialan! Ba**sat!” pekiknya dengan penuh emosi dan berteriak untuk melepaskan segala gemuruh di hatinya. Sesaat kemudian ia menenggelamkan dirinya di dalam air seolah ingin meredakan semua kegelisahannya dan kembali bergerak
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


