Bab 22 Konferensi Pers Dadakan

1202 Words

Sejak mengetahui sedikit masa lalu kekasihnya, Angela merasa makin ada perasaan mengganjal yang terus dipikirkannya. Kesehariannya, ia habiskan dengan berjalan-jalan dengan tongkatnya di sekitar vila, atau mendengarkan musik instrumen yang lembut. Sudah tiga hari berlalu sejak itu, ia tak mendengar berita apa pun tentang laki-laki itu. Ia bahkan tak meneleponnya. ‘Andaikan aku masih punya ponsel mungkin aku akan meneleponnya sekarang. Ah, bisa jadi tiap saat aku akan meneleponnya. Ya Allah, aku kangen banget. Aku benar-benar kangen banget...’ batin Angela terasa tersiksa, yang saat itu duduk termangu di tepian ranjangnya. Gadis itu termenung mendengar suara musik instrumental yang terdengar begitu syahdu seolah mengetahui isi hatinya. ‘Kenapa dia tak meneleponku sama sekali? Oh, iya, apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD