Satu Minggu telah berlalu namun kabar dari Alzayn belum juga di dapatkan oleh Alza. Saat ini wanita itu tengah duduk santai di teras rumah sambil memandangi kearah rumah Alzayn Arzan. "Alza." "Eh, Mama." "Kamu ngapain hm? Mikirin duda itu?" Alza memperlihatkan ekspresi kaget saat ibunya berkata dengan demikian. "Ma-Mama tau dari mana kalau—" "Mama tau semuanya!" Ucap Rima. "Kamu nggak perlu mikirin dia ... Sampai kapan pun Mama nggak akan setuju kamu berhubungan dengan dia." "Mama aneh deh. Siapa juga yang mau berhubungan dengan Om itu. Alza cuma kasian aja, kalau Om itu nggak ada mungkin Alza yang akan dirawat sekarang." "Oke, Mama terima alasan kamu yang satu ini ... Tapi kamu jangan pernah berharap lebih! Apalagi kalau Papa kamu tau." Alza terdiam saja, mungkin harapannya bersam

