Demi Kebahagiaan Mu

1034 Words

Menjelang pagi hari Alza keluar dari rumah. Dia mempertahankan rumah tetangganya berharap Alzayn akan terlihat. Karena yang ia tahu Alzayn suka pergi ke masjid di waktu subuh. Kemudian Alza menyandarkan dagunya di tembok pembatas rumah. Tatapannya tidak lepas dari pintu rumah lelaki itu. Alza sangat merasa bersalah dengan semua yang sudah terjadi. Tidak terasa air matanya menetes. Bahkan Alza tidak sadar bahwa dari pintu sudah ada seorang lelaki yang memandangi dirinya. Kemudian pria itu menghampiri Alza. "Kenapa kamu melamun?" Alza kaget kemudian ia menghapus air matanya. "O-Om." "Kamu punya masalah apa? Sampai kamu menangis di pagi hari seperti ini." "Om udah sholat?" "Sudah." "Om sholat di rumah atau di masjid?" "Tidak perlu mengalihkan pembicaraan. Kenapa kamu menangis?" "Sal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD