Chapter 15

2532 Words

"Kanaya." Suara bariton terdengar dari arah luar. Kanaya semakin menenggelamkan kepalanya di bawah bantal. Wajahnya terasa panas, ia tidak mengira akan seperti ini efek seorang Kenan. "Kanaya," panggil laki-laki itu lagi. Jangan tanya bagaimana kondisi jantung Kanaya saat ini, sudah pasti jantungnya itu terasa turun ke perut. "Kanaya ini saya Kenan." "Udah tau!" pekik Kanaya. Kepalanya muncul dari balik bantal. Bibirnya komat-komit mencibir Kenan yang berhasil membuatnya seperti ini. Dengan kesal ia menuju pintu. Ia penasaran ada apa gerangan Kenan ke kamar perawan sepertinya. Apa jangan-jangan Kenan ingin ... Tidak boleh! Harus halal terlebih dahulu. "Ada apa Mas?" tanyanya setelah pintu terbuka. Kening Kenan mengerut melihat tampilan Kanaya yang super berantakan, terutama di bagia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD