EDISI 18

1214 Words

Tivana pov Untunglah yang ku khawatirkan tidak terjadi. Anak dalam kandunganku masih bisa diselamatkan. Hanya saja aku mesti opname di rumah sakit. Bedrest di tempat tidur, tak boleh banyak bergerak. Selang infus bergelantungan dari pergelangan tanganku. Aku merasa tak berdaya dan tak leluasa, namun semuanya harus kujalani. Demi si kecil dalam kandunganku. Alvaro menunguiku di samping tempat tidur, meski aku cuekin dia tetap aja kekeuh tak mau beranjak dari samping ranjang tempatku berbaring. Tentu saja hal ini membuatku merasa tak nyaman. Saat mama datang menungguiku aku meminta mama mengusir Alvaro pergi dari hadapanku. Alvaro dengan tegas menolaknya. "Tidak Ma, aku tetap disini. Aku akan menjaga Tiv dan anak kami. Aku tak mau kehilangan mereka!" katanya bersikeras. "Pulan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD