Cyntia pov Aku tak menyangka, karena ulahku wanita itu pingsan. Aku mengikuti si Om yang dengan tergesa-gesa membawa mamanya ke rumah sakit. Ada perasaan menyesal yang menggelayuti hatiku. Ini semua salahku. Aku memang egois. Demi kepentinganku, aku udah menyeret si Om dalam kegilaan hidupku. Tapi… Ah, ini aneh. Mengapa sejak bertemu dengan Om, aku jadi tak bisa melepaskan bayangannya dalam hatiku? Berdekatan dengannya membuatku gemas dan.. ada perasaan aneh yang muncul seketika. Aku merasa dekat dengannya, juga nyaman. Bila tak melihatnya ada rasa mendesak ingin menemuinya. Apa ini cinta? Entahlah, kurasa iya. Baru kali ini aku mengalaminya. Bahkan terhadap Lintang Dharmawangsa, sepupuku, sekaligus anak Paman Husodo yang dijodohkan padaku, perasaanku hambar saja. Aku ta

