Special Part 16

1081 Words

Alvaro Pov Aku paling malas keluar saat weekend, karena pada hari kerja aku sibuk sekali. Sulit sekali meluangkan waktu bermain bersama anak-anak. Hanya akhir pekan, kami bisa bercengkrama. Dan bisa b******a sepuasnya dengan Tivana. Hari ini terpaksa aku menemui Anita. Awalnya aku menolak saat dia minta bertemu, tapi dia menangis karena merasa terancam nyawanya. Anita bertekad pergi dari kota ini. Gawat. Kalau dia pergi, rencanaku terancam gagal. Itu sebabnya aku terpaksa pergi menemuinya. Ada rasa bersalah karena aku membohongi Tivana. Tapi bagaimana lagi, aku tak mau Tivana tahu mengenai urusanku dengan Anita. Belum saatnya, sampai tujuanku berhasil. Setelah urusanku dengan Anita selesai (syukur dia bersedia tetap tinggal dengan janji aku membereskan keluarganya yang selalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD