Tivana pov Seminggu kemudian aku keluar dari Rumah sakit bersama baby Alvian. Tak sabar rasanya ingin menunjukkan baby Alvian rumahnya yang sebenarnya. Ah, entah dia tahu atau tidak aku ingin saja melakukan hal itu. “Sayang, inilah rumah kita dan ini kamarmu,” aku sedikit mengangkat bayiku supaya dia bisa mengamati dengan jelas kamar bayinya. Baby Alvian seakan gak memperdulikan sekelilingnya, dia malah sedikit merengek karena kujauhkan dari dadaku yang tadi sempat dijilat-jilat olehnya. “Anak Mama haus ya, Sayang?’ Aku duduk di sofa kamar dan mulai membuka kancing blusku. Berhubung lagi menyusui, sekarang aku rutin mengenai bra khusus untuk wanita menyusui. Aku membuka pengait braku yang terletak di depan, begitu kusodorkan putingku baby Alvian langsung menyedotnya dengan rakus.

