BAB 31. Felisha atau Anakmu?

1139 Words

“Fel, tenanglah. Kau boleh membenciku lagi tapi setelah anak kita keluar yah. Saat ini, aku hanya minta kau untuk tenang Fel,” bisik Kevin dengan lirih sambil menatap nanar Felisha. Hati Felisha terasa ngilu mendengar ucapan Kevin, ingin rasanya ia menangis sedih dan memeluk seseorang. Tapi, tidak mungkin ia mau memeluk Kevin, yang ia inginkan adalah Clay. Selamanya, bagi Felisha cintanya hanya untuk Clay seorang. “Jika saja, anak yang akan aku lahirkan ini adalah buah cintaku dengan Clay, keadaanku tidak akan seperti ini.” Felisha memberontak dalam hati. Mereka lantas segera bergegas menuju ke rumah sakit internasional yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi penthouse tempat tinggalnya. Sesampainya di sana, tanpa Kevin sadari Felisha sudah terkulai lemas di dalam mobil. Ketika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD