Pergi Selamanya

1439 Words

Selamat membaca! Kesepakatan terjadi dengan begitu cepat. Hanya butuh waktu 20 menit, kami menyudahi pertemuan ini dan Nona Reva pergi lebih dulu dariku karena ada urusan lain yang harus dikerjakannya. Aku tahu dia adalah orang sibuk, berbeda denganku yang lebih memiliki banyak waktu karena memang aku hanyalah seorang pengangguran. "Apa ini keputusan yang tepat?" Sesaat keraguan itu terbesit dalam pikiranku. Keraguan yang entah kenapa baru muncul di saat Nona Reva pergi. Tak ingin berlama-lama sendiri di Coffe shop ini, aku pun bergegas pergi. Namun saat aku keluar, ternyata dia masih ada di sana dan tampak sedang menunggu seseorang. "Nona, belum pergi?" tanyaku saat langkahku berhenti tepat di dekatnya. "Saya sedang menunggu sopir saya dari parkiran basemen." "Baiklah kalau begitu s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD