Baiklah, Ervan dibuat kalang kabut, kala tak menemukan Reva di manapun di sudut rumah ini. Tadinya, dirinya tengah bersiap untuk mereka sebentar lagi akan berangkat. Dia jelas-jelas melihat Reva masuk ke dalam kamarnya tadi, dan tepat saat dia akan masuk untuk memeriksa gadis itu, sekaligus meminta maaf perkara beberapa menit sebelumnya, Reva benar-benar tidak ada dalam jarak pandangnya lagi. Dan itu juga yang membuat semua penghuni rumah saat ini ikut panik mendengar teriakan Ervan yang tak main-main memekakkan telinga. “Apa? Kalian berantem?!” Pekikan dari Melin membuat Ervan semakin pejamkan mata, memijat pangkal hidungnya yang membuat kepalanya semakin berdenyut hebat. Bukan itu point yang ingin dia sampaikan, tapi Melin malah dengan senang hati mngambil kesimpulan tersebut. Mendesa

