Suasana hiruk pikuk kantor hari ini agak lain. Hiruk pikuk ramai yang tidak tentu arah, begitulah suasananya saat ini. Entahlah, hilangnya Reva sebagai pusat perhatian, hilangnya drama harian yang mereka saksikan setiap pagi, hilangnya asupan para dewa tampan yang memperebutkan satu dewi cantik milik perusahaan mereka, dan sekarang hilangnya si atasan ramah mereka, si Melin, gadis disiplin yang lemah lembut. Dalam hal pekerjaan memang tidak ada yang berubah, hanya saja suasananya sudah tak terasa seperti semula, terasa asing ditengah banyaknya lautan manusia yang bekerja di sini. Yang paling utama pada divisi keuangan, terutama lagi untuk Gunta, Celin dan Mbak Nisa yang jelas-jelas yang paling merasa kehilangan. Hembuskan nafas panjang. Celin hentikan ketikan pada tuts keyboardnya kala

