Esha duduk di kamarnya, ia masih memikirkan apa yang tadi di katakan oleh ibu mertuanya, soal mempertahankan posisi di perusahaan Sanjaya Corp,juga soal hutang budi mami Ros pada mendiang kakek Sanjaya. Sepulang mereka dari rumah sakit, Arjuna bahkan langsung terlihat sibuk di meja kerjanya. Arjuna mencari kira-kira ada proyek besar apa yang bisa ia usahakan dalam waktu tiga bulan, tapi Esha tahu itu tak akan mudah, kalaupun ada pasti butuh waktu lebih dari 3 bulan untuk mempersiapkannya, ia juga tak bisa gegabah memutuskan segalanya, suaminya itu tetap harus hati-hati karena itu menyangkut kelangsungan perusahaan,salah-salah kepanikan itu bisa di manfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab nanti. "Tak ada yang bisa aku lakukan,"gumam Esha penuh sesal. Ceklek! Esha menoleh melihat

