Tempat Baru

1493 Words

Esha duduk menangis di ranjang kamarnya, sementara Arshaka tengah terlelap di belakang wanita itu. Esha benar-benar tak menyangka jika dia akan dihadapkan dengan kenyataan seperti ini, suami yang telah berjanji padanya ternyata janji itu hanya ada di bibirnya saja, janji yang begitu mudah diucapkan oleh Arjuna menandakan jika lidah memang benar-benar tak bertulang, apa yang diucapkannya tak sesuai dengan apa yang dilakukannya. Esha benar-benar kecewa, sangat kecewa. "Jika memang akhirnya harus seperti ini kenapa harus menunggu sampai 8 bulan," gumam Esha, dia kemudian segera menghapus air matanya, dia memang kecewa tapi dia tak mau bersedih seperti ini. "Lebih baik aku pulang saja," gumam Esha, namun pada saat dia baru saja bangkit dari duduknya, dia kembali terduduk kala teringat pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD