Semakin Cemas

1494 Words

3 hari kemudian, Esha tengah gelisah, pasalnya suaminya mengatakan jika pria itu akan pulang karena urusan di Jakarta sudah selesai, akan tetapi sampai waktu yang di perkirakan suami nya akan sampai ke rumah pria itu belum juma menunjukan tanda-tanda kehadirannya. Esha sudah mencoba menghubunginya berkali-kali, tapi panggilannya di luar jangkauan, pesan yang ia kirim tak juga sampai ke nomor ponsel suaminya. "Mungkin batrenya habis," ujar bunda Maryam yang kini tengah menimang Arshaka. Dia tahu kegelisahan putrinya. "Semoga seperti itu Bun." "Berdoa saja perjalanannya lancar, lagi pula ini baru lewat satu jam dari perkiraan dia sampai bukan?" "Iya Bun." Esha pun kemudian menatap pada halaman rumahnya, juga jalanan yang bisa dia lihat dari balkon kamarnya di mana dia menunggu saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD