Pandu menutup berkas di tangannya, lalu ia menghela nafasnya. "Ya sudah jika itu sudah menjadi keputusanmu, tapi tetap saja sesekali kau harus datang karena papi benar-benar ingin pensiun maximal 10 tahun lagi, terutama kalau mami mu mau di ajak rujuk lagi, mungkin papi akan pensium lebih cepat!" "Lihat nanti Pi, yang jelas sekarang prioritas Juna adalah Manda, istriku." Papi Pandu kemudian menepuk pundak putranya. "Papi bangga padamu Juna, kau mampu bersikap tegas, jangan pernah membuat kesalahan yang sama dengan papi di masalalu, sungguh saat papi tau kebenarannya papi sangat menyesal." "Iya Pi, itu juga yang Juna pikirkan, Juna tidak mau anak dan istri Juna merasakan apa yang Juna dan mami rasakan di masalalu, sungguh itu sangat buruk jika di ingat." "Maafkan papi Nak, papi menyesal

