Dinda terkejut mendapatkan ciuman mendadak dari suaminya. Kedua pipinya menghangat, merasai sensasi ciuman kedua dari sang suami. Putra melepas tautan bibirnya dan merengkuh erat tubuh Dinda. "Maaf, Sayang! Aku khilaf, lain kali jika kamu keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk, aku nggak menjamin bisa menahan hasratku," bisik Putra lirih tepat di telinga Dinda. "A-aku beneran nggak sengaja, Mas. Aku panik karena kecoa itu terbang dan hinggap di tubuhku," elak Dinda. "Iya, aku percaya. Udah kita tidur, yuk! Besok kamu harus masuk kuliah dan aku akan coba cari kerja," ucap Putra seraya melepaskan pelukannya. "Cari kerja?" tanya Dinda heran. "Iya, dong, Sayang. Aku sekarang bukan lagi anak konglomerat. Aku udah nggak punya tabungan, nggak punya apa-apa. Aku juga bukan lagi

