Bab 16-First Kiss

1437 Words

"Mana kopiku, Din? Kenapa lama sekali?" Suara Putra membuat keduanya menoleh. Seketika Satriyo melepaskan tangan gadis itu. "Apa yang kalian lakukan di sini?" Putra menatap tajam keduanya dengan raut muka marah. Wajah Dinda dan Satriyo yang tadinya sangat berdekatan kini tampak berjarak. "M-mas tadi--" "Tadi tangan Dinda tersiram air panas saat bikin kopi buat lo. Gue cuma nolongin ngolesin obat biar tangannya gak bengkak. Itu saja. Kami gak nglakuin apa-apa." Satriyo memotong ucapan Dinda. "Gue gak salah dengar? Lo panggil dia Dinda? Sepertinya kalian sudah sangat akrab, ya," ucap Putra sinis sambil berjalan mendekati keduanya. "Ini kopinya, Mas." Dinda mengambil cangkir kopi dan menyerahkan pada suaminya untuk menghentikan perdebatan dua bersaudara itu. Gadis itu tidak ingin Putra d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD