Kedua mata Dinda terbuka tepat saat seorang dokter memasuki kamar tempatnya berbaring. Gadis itu tidak kunjung siuman sehingga Putra memindahkannya ke kamar. Sebuah kamar di lantai dua tempat tidurnya sewaktu masih lajang dulu. Dokter mulai sibuk memeriksa menantu keluarga Adinata itu. Surya, Erlin dan Putra tampak sangat khawatir dengan kondisi Dinda. Namun, Satriyo tidak terlihat di dalam kamar. Lelaki itu memilih keluar ke taman belakang rumah untuk menenangkan diri. Lelaki berambut gondrong itu masih sangat syok mendapati gadis pujaan hatinya ternyata sudah menikah dengan Putra, kakak kandungnya sendiri. "Menantu saya kenapa, Dok? Apa dia hamil?" tanya Erlin antusias setelah dokter selesai memeriksa menantunya. Putra dan Dinda hanya saling memandang mendengar pertanyaan Nyonya Adina

