Kedai AA malam itu ramai pengunjung seperti malam-malam sebelumnya. Kalau biasanya Safira ditemani Putra, tapi beberapa hari terakhir ini Panji yang menjadi teman kencannya. Safira sangat menyukai cara Panji memperlakukannya, dia benar-benar merasa menjadi ratu jika berada di samping duda keren itu. "Kapan kita menikah, Mas?" tanya Safira sambil memainkan jari telunjuknya di wajah Panji. "Secepatnya, Sayang. Aku sedang melaksanakan misi penting. Besok keluarga Surya Adinata akan jatuh miskin, termasuk mantan kekasihmu itu," ujar Panji dengan derai tawa. "Apa rencanamu, Mas?" tanya Safira manja. "Bukankah setelah menikah, kau ingin tinggal di rumah keluarga Adinta? Besok aku akan mengusir mereka dari rumah itu." Panji menjelaskan rencananya kepada Safira. "Benarkah? Bolehkah aku ikut

