Waktu berlalu, tanpa terasa Dimas sudah hampir menyelesaikan skripsinya. Sherry selalu mendukung Dimas di bidang akademik. Sebaliknya, Dimas memberikan Sherry semangat untuk hidup. Sherry memang tidak pernah mengatakan bahwa ia menyayangi Dimas sebagai lawan jenis. Namun sikap Sherry tidak menutup diri untuk Dimas. Mereka sudah selayaknya dua sejoli tanpa ikatan. Tapi mereka masih dalam batas. Tidak pernah bersentuhan fisik selain bergandengan tangan walaupun hati mereka sebenarnya bertaut. Dua insan itu sering menghabiskan waktu bersama di luar jam akademik. Seperti saat Dimas akan mengajak naik gunung. “Bu, klub pecinta alam mau melakukan pendakian ke Gunung Lawu dua minggu lagi. Ibu jadi mau ikut nggak? Kalau mau, saya daftarkan ke panitianya,” ajak Dimas pada suatu sore. Saat ini mere

