Cindy takut. Selama perjalanan yang entah ke mana ini Chris hanya diam. Bibirnya tertekan membentuk satu garis tipis yang dapat Cindy pastikan jika pria itu tengah menahan amarah saat ini. Tapi kenapa? Kenapa dia kesal? Cindy menunduk dan kembali menarik dress pendeknya yang tersingkap. Untung saja Chris meminjamkannya jaket sehingga dia tidak perlu lagi merasa risih. Namun tetap saja, berada satu mobil dengan Chris setelah lama tidak berjumpa dengan tampilan yang seperti ini membuat jantung Cindy berdetak tidak karuan. Dia tidak tahu kenapa itu bisa terjadi. Cindy hanya merasa lega bertemu Chris malam ini. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada pria itu, mungkin Cindy sudah berakhir di tengah ranjang dengan mengenaskan. "Chris?" panggil Cindy kembali menarik ujun

