Ivan sudah menunggu di depan bangunan usang seperti yang dijanjikan. Kalau saja tidak ada Kade ataupun Kye yang menjaga, dia pasti sudah meninggalkan Firio di jaman ini. Karena tabrakan tadi, pinggang Firio memar. Dia jadi agak malas berjalan. "Ada apa denganmu, lama sekali?" tanya Ivan melihat ekspresi tak nyaman Firio yang memegangi pinggangnya. Dia menuding pintu bangunan tempat mereka datang. "Sudah hampir waktunya." "Diamlah, aku baru saja tertabrak." Firio mendekati kedua serigalanya. "Kalau di sini tidak ada saudara-saudaraku, aku yakin kau sudah pergi dari sini." "Ya, itu rencanaku," sahut Ivan tak ada niatan berbohong, dia melirik ekdua serigala buas berbulu putih itu, "tapi dari tadi, mereka seperti hendak memakanku." Pintu bangunannya mulai bergetar. "Tujuh hari di jam ya

