“Apa yang ingin kamu katakan?” tanya Wijaya sembari meletakkan sendok ke piring. Makanannya telah habis. Tangannya kemudian mengelap bibirnya dengan tisu. “Hati-hati, nanti kalau sampai Jakarta jangan lupa kabar. Selamat sampai tujuan.” Wijaya tersenyum sembari merangkul bahu pria itu. Kemudian, beranjak mencari taksi untuk menuju bandara. Kini, Wijaya ditemani dengan udara yang terasa panas di tubuhnya. Duduk untuk menunggu jadwal keberangkatan di tengah-tengah kerumunan orang. Pria itu mengibaskan telapak tangannya beberapa kali. “Mas, maaf apa boleh bergantian sebentar?” ujar pria yang tengah merangkul istrinya. Wijaya melihat kondisi sepasang suami istri. Pria itu sedang menguatkan istrinya yang sedang hamil besar. Wijaya pun tersenyum sembari beranjak. Mempersilakan wanita itu u

