Nasi(hat)

1106 Words

“Caranya?” tanya Aura menatap Wijaya dengan tatapan lebih serius. “Kamu bisa mulai untuk berusaha. Membuka bisnis untuk sampingan. Jadi, kamu tetap bekerja di kafe.” “Berat, Jaya,” jawabnya lalu pergi untuk bertemu dengan dokter. Kebetulan, baru saja dokter memintanya untuk menemui di dalam ruangannya. Mungkin, ada sesuatu yang penting dan perlu untuk disampaikan. Wijaya memilih pamit pulang melalui pesan. Mengendarai mobilnya sampai rumah. Duduk di sebelah ibunya yang sedang menyiapkan bahan masakannya. Meracik bumbu untuk membuat pesanan yang ada. “Wijaya, ceritakan semuanya, kenapa kamu bisa selama itu berada di Palembang,” katanya yang masih menyimpan penasaran. “Panjang, singkatnya Wijaya melihat ada sebuah asap yang datang dari bawah pintu. Mendekatnya tiba-tiba terbawa ke m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD