Faazil menatap alamat yang tertulis di ponselnya. Alamat yang Dennis kirim. Lebih tepatnya lagi alamat ruko toko kue Luisa kini. Ia menghela nafas kemudian memantapkan hatinya kembali. Diseretnya koper di tangannya sembari keluar dari stasiun. Ia menatap ke sekelilingnya dan memberhentikan sebuah taksi yang lewat. Diberikannya alamat tadi. Ternyata tidak sampai setengah jam, Faazil sudah sampai di sebuah gerbang besar yang didalamnya terdapat deretan ruko berdesain minimalis. Dari sini ia dapat melihat plang toko kue bernama Lui Cake’s and Bakery, membuat pria itu yakin jika disanalah istrinya tinggal. Jantungnya semakin berdegup tak karuan apalagi ketika langkah kakinya membawa tubuh pria itu semakin dekat kesana. Wangi harum khas kue dan roti mulai tercium ketika Faazil semakin dekat

