19. Pohon Besar

3463 Words

"Aduuh, malunya aku!" rutuk Kaili sambil berlari melintasi sela pepohonan. Tak terbayang rasanya apa pandangan Li Guowei terhadap dirinya setelah tahu ia menyumpal gundukan dadanya. Ulahnya sendiri yang membuatnya apes dan Han Junjie pasti akan menertawakannya seumur hidup. "Aaarghh! Dasar laki-laki berengsek!" Setelah berlari tak tentu arah selama beberapa menit, Kaili berhenti sejenak untuk mengeluarkan kain gundukannya yang berupa selendang-selendang tipis sambil menangis-nangis. Ia lempar kain-kain itu sambil memaki Han Junjie menggunakan kata aneka binatang. Selesai meluapkan kekesalannya, Kaili terdiam dengan napas terengah-engah, barulah ia menyadari ia berada entah di mana. Ia melihat berkeliling dan tidak mengenali lagi arahnya datang tadi. Semua pohon tampak sama, tinggi be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD