Pagi-pagi sekali, Viona terbangun dan mendapati tempat tidur di sebelahnya sudah kosong. Dario sudah pergi. Rasa lega menyelimutinya. Dia menarik napas dalam, menikmati sejenak ketenangan yang datang tanpa Dario di rumah. “Mungkin dia ada urusan lagi,” gumamnya sambil mengamati tempat tidur yang kini terasa lebih lapang tanpa kehadiran pria itu. Ia berdiri dari tempat tidur, merapikan sedikit rambutnya dan menuju jendela. Pemandangan kota yang ramai di pagi hari membuat pikirannya berputar. Ini adalah kesempatan langka untuk pergi tanpa merasa diawasi, dan Viona tahu persis apa yang ingin dilakukannya—menemui Robert. Dengan cepat, Viona bersiap-siap. Ia memilih pakaian yang sederhana namun cukup elegan, sesuatu yang tidak akan menarik terlalu banyak perhatian. Saat melihat bayangannya

