"Melukai diri sendiri, tidak akan bisa mengubah kenyataan" ** Air shower terus membasahi wanita yang terduduk di bawahnya, bahkan air mata turut serta menetes tiada henti. Pisau buah yang baru dia campakkan beberapa hari, sudah kembali dalam genggamannya. Goresan demi goresan mulai dia hias di bahu tangan kirinya. Membuat gumpalan merah berbau amis, dan anyir keluar tiada henti. "Hidup ku sudah hancur. Kebanggaan ku sudah hilang, lalu untuk apa aku masih hidup? Aku ingin mati." Tangisnya di bawah guyuran shower. "Terimakasih kehidupan, terimakasih karena sudah membuatku menderita sebagai seorang istri kedua. Apa aku pernah meminta untuk menjadi istri dari lelaki yang sudah beristri? Aku juga tidak ingin menjadi yang kedua meski suamiku seorang Rasul sekalipun. Pandangan orang terhadap

