"Kita tidak tahu dari arah mana musuh akan datang. Karena musuh yang tidak terlihat jauh lebih mematikan, dan musuh yang jarang di ketahui adalah, keluarga sendiri". ** Mata wanita itu sedikit demi sedikit mulai terbuka, membiasakan diri dengan cahaya yang masuk ke dalam kamarnya. Otaknya bertanya, bukankah tadi dia ada di kamar mandi? Indra penglihatannya memonitor setiap sudut, dan menemukan sang suami selama ini acuh terhadapnya. "Abang Elyas?" Gumamnya tak percaya atas penglihatannya. Bahkan beberapa kali mengedipkan mata, tak membuat objek yang di pandang hilang. "Ini mimpi atau kenyataan?" Karena rasa tak percayanya tinggi, Silvia mencoba mencubit tangannya sendiri hingga dia mengaduh kesakitan. "Sakit, berarti ini nyata. Jangan-jangan Abang Elyas sudah tahu yang sebenarnya." Wa

