Seharusnya, setelah tadi malam Garril mengusirnya secara terang-terangan, Miranda pergi dari apartemen pria itu. Bukan malah memilih tinggal dan tidur di sana tanpa seizin sang pemilik. Ditambah sekarang dia juga mulai lancang, menjamahi peralatan memasak dan juga bahan-bahan mentah yang tersedia di lemari pendingin pria itu. Apa boleh buat, Miranda cukup takut untuk keluar di jam selarut tadi malam. Agak trauma dengan kejadian yang menimpanya sebelum itu juga. "Kenapa kamu masih ada di sini? Bukannya kemarin malam saya sudah bilang pada kamu untuk pergi dari tempat tinggal saya?" Suara berat Garril yang berdiri tak jauh di belakangnya, membuat Miranda terkejut bukan main. Refleks, ia menjatuhkan frying pan yang sedang ia cuci hingga menimbulkan bunyi dentingan yang cukup nyaring di telin

