"Mau saya?" Gadis itu menghela napas sebentar dan menyiapkan hatinya. "Saya mau putus." Ucapan Laras memang seringan kapas, tetapi terasa seperti sebuah palu yang menghantam d**a Satya. Sangat menyakitkan. "Kamu bercanda?" "Tidak Pak! Saya tidak bercanda. Saya ingin mengakhiri hubungan kita. Anggap saja, Bapak tidak pernah mengenal apalagi menjalin hubungan dengan saya." Kedua tangan Satya mengepal kuat, terdengar suara gemeretuk giginya menahan amarah. Pria itu sangat marah. Tanpa masalah, tanpa pertengkaran gadis itu berani memutuskan hubungan dengannya. Setelah mendiamkannya begitu lama, Laras ingin mengakhiri hubungan mereka begitu saja. "Apa alasan Kamu hingga ingin memutuskan hubungan kita?" tanya Satya dengan d**a yang terasa sesak. "Tidak ada. Hanya ingin putus saja," jawab

