Tok tok tok. Sebuah ketukan di pintu menyadarkan Satya dari lamunan panjangnya. Pria itu lantas mengusap wajahnya yang muram. Berdehem sebentar, lalu menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu. "Pak, saya ingin melaporkan kalau Laras dari bagian keuangan mengundurkan diri," ucap Tama penuh hormat. "Iya, saya juga sudah tahu. Dia kan menyerahkan surat pengunduran dirinya langsung pada saya," jawab Satya ketus. Moodnya benar-benar berantakan. Pria itu malas menanggapi Tama, ia malah memainkan pulpen miliknya. Menggerakkannya sesuka hati. "Maksud saya, hari ini juga Laras sudah keluar dari kantor. Dia sudah pergi dengan membawa barang-barangnya." Kali ini ucapan Tama berhasil membuat Satya mendongak. "Apa?" Satya tampak terkejut. Namun sedetik kemudian, ia bersikap dingin seolah tidak p

