Naik Angin

1277 Words

Di tengah-tengah suasana bandara yang ramai, kedua sahabat itu berpelukan erat. Risa sedih melepaskan Laras, karena ia tidak tahu kapan bisa bertemu dengan sahabatnya itu lagi. Keduanya tampak menitiskan air mata karena harus berpisah lagi dalam beberapa lama. "Kamu hati-hati ya," ucap Risa. "Iya, Kamu juga jaga diri," ucap Laras. "Kenapa sih, harus pergi? Apa tidak sebaiknya keliling Indonesia saja?" bujuk Risa, masih tak rela melepas kepergian Laras. "Eum, aku merindukan Makcik Su. Jadi aku harus ke Malaysia, dong?" "Hah, baiklah kalau Kamu memang bertekad seperti itu. Tetap berbagi kabar ya?" ucap Risa seraya menghapus air matanya. "Iya, tentu saja. Aku akan mengabarimu setelah sampai di sana. Oh iya, to-tolong Kamu rahasiakan kepergianku dari semua orang. Termasuk ... dia," p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD