Lalu, dengan luka yang sebelumnya yang kamu berikan padaku, kamu pikir aku akan menerima kamu lagi? *** Nayla mendengus sebal, ia masih tidak percaya saat melihat Keral berada di dalam ruangan Cakra tadi, bahkan Nayla sempat melihat Keral menatap Nayla saat Nayla keluar dari ruangan calon suaminya itu, laki-laki itu melemperkan senyumnya yang sama sekali tak dihiraukan oleh Nayla. Nayla sungguh merasa ia bermimpi di siang bolong, di terik matahari terasa sangat menyengat dan berada tepat di bawah kepalanya. Senyum Keral dulu itu, senyum yang paling Nayla suka, senyum yang paling Nayla tunggu, bahkan Nayla pernah berdiam diri demi Keral tersenyum padanya, kalian tahu Nayla kan, perempuan itu selalu aktif, selalu ingin bicara, tapi saat itu Keral tengah mengerjakan

