Mas Reza membawaku ke luar rumah, dan mempersilakanku masuk ke dalam city car warna merah maroon mengkilat yang kutebak miliknya. Kami berdiam diri selama perjalanan. Mobil berhenti di sebuah taman kecil tidak jauh dari perumahan tadi. Kami berjalan beriringan menuju sebuah bangku taman dekat kolam. Mas Reza mulai membuka obrolan kami. "Kamu apa kabar, Yung?" "Baik. Mas Reza sendiri gimana?" "Seperti yang kamu lihat saat ini," ujarnya tanpa menatapku. "Aku minta maaf karena meninggalkan Mas Reza yang sedang koma saat itu." "Iya aku tahu. Kamu tidak punya pilihan lain saat itu. Begitu yang Papa bilang padaku," jawab Mas Reza menatap kosong kolam di hadapan kami. "Mas Reza kerja di mana sekarang?" "Tetep di perusahaan yang dulu. Sekarang buka cabang di Jakarta dan aku yan

