Seperti biasanya pesta kolam berenang Mike ramai pengunjung. Sorak-sorak wanita-wanita dengan bikini memenuhi kolam berenang.
Leon, pria itu datang lebih cepat dibandingkan dengan Stella. Tidak ada yang menarik perhatiannya. Wanita yang menggodanya tidak menarik sama sekali.
Pandangan Leon tertuju pada pintu masuk, tentu saja ia menunggu kedatangan Stella.
Leon mengembangkan senyumannya ketika melihat Stella masuk dengan cardigan kuning.
“Yo Stell!”
“STELLA”
“Hello bicth!”
“Akhirnya kau datang juga Stell!”
Stella melambaikan tangannya dan memberikan sun jauh pada penggemarnya. Dengan senyum menawannya ia membuka cardigannya lalu menampakan bikini bewarna kuning nan elegan.
“GOYANG SAMPAI PAGI GUYS!” Teriak Stella lalu berjalan menuju stage dj.
“YUHUUUU!!!” Sorak para pengunjung bergembira.
Stella dengan lincah memainkan alat dj nya, para pengunjung menikamati alunan musik yang Stella bawakan.
“Kau lihatlah, Stella cantik seperti biasanya” ujar Mike membuat Leon tanpa sadar menganggukan kepalanya.
“Ah, kalau saja Stella mau berpacaran denganku. Aku akan menjadi pria yang paling beruntung” lanjut Mike lagi membuatnya mendapat tatapan tajam dari Leon.
“Ah tidak seru sekali, baby ayo kita berpesta sampai pagi” ujar Mike pada pasangannya malam ini.
“Lets go!”
Leon kembali sendirian, ia terus memperhatikan Stella yang dikelilingi banyak pria. Leon ingin sekali mencongkel satu persatu pria yang menatap wanitanya dengan lapar.
“Hai, im Lucas” ujar pria yang dari tadi menari disampingnya.
“Stella” jawab Stella cepat.
“Sejak kapan kau bermain dj?”
“Aku lupa”
“Aku bisa bermain dj, mau bermain bersama?”
“Tentu” jawab Stella lalu menggeser dirinya agar Lucas bisa ikut bermain dj juga.
Leon yang melihat Stella dan Lucas saling menyapa dan tersenyum membuat dadanya terasa sesak. Leon ingin mengarungi Stella dan membawanya pergi dari sini,
“Nial!” Panggil Stella ketika melihat Nial mendekatinya.
“Hai baby i miss you so bad”
“Miss you too” jawab Stella sambil mencium sekilas bibir Nial,
Sudah cukup Leon sudah tidak sanggup lagi, ia ingin menghajar pria itu tapi ia memilih meredamkan amarahnya.
“Lucas, tolong ambil alih aku pergi sebentar” ujar Stella mengajak Nial untuk mencari tempat untuk mengobrol.
“Serahkan padaku Stell” jawab Lucas sambil mengembangkan senyum lebarnya, sebenarnya Lucas telah jatuh cinta pandangan pertama pada Stella dan sepertinya ia harus menyerah sebelum berusaha. Pantang bagi Lucas mendekati wanita yang sudah mempunyai kekasih.
“Cheeer”
“Cheeerr”
Stella dan juga Nial menikmati pesta sambil bercheer ria lalu tertawa bersama.
Leon ingin sekali bergabung dan memisahkan Stella namun ia mendapat pesan yang memberitahu bahwa ayahnya masuk rumah sakit karena serangan jantung. Tanpa berpamitan atau memberitahu Mike, Leon langsung pergi kerumah sakit.
Stella yang melihat Leon pergi dengan tergesa-gesa ia mengela nafas pelan. Apa yang terjadi? Apa pesta ini tidak membuatnya puas?
Stella segera menggelengkan kepalanya lalu kembali mengobrol dengan Nial.
$$
Leon sampai dirumah sakit lalu menghampiri ibunya yang duduk sendiri. Leon tidak mengucapkan satu katapun, ia memeluk ibunya dari samping. Menenangkan ibunya.
“Papamu itu sudah tahu darah nya tinggi tapi kebiasaan marah-marahnya tidak hilang..hikss..papmu jahat Leon, bagaimana bisa papamu tidak memikirkan mommy dan juga anak-anaknya”
“Mam, bagaimana…”
Leon meletakan jari telunjuknya dibibir ketika kakak perempuannya datang dengan suaminya. Kakaknya yang paham diam lalu duduk disamping Leon.
“Papa masih didalam?”tanya kakaknya membuat Leon menganggukan kepalanya.
Tbc..