Melihat wajah Lorei yang pucat pasi membuat perasaan Asta semakin tak tenang. Ditambah Von yang menggenggam bahunya kuat. Asta semakin yakin kalau ia harus melarikan diri dari situasi saat ini. “Lorelei. Aku datang untuk membawamu pulang.” Lorei meremas lengan baju Asta. “Aku tidak mau pulang.” Pria bernama Herfiel itu mengerutkan kening tidak suka. “Jangan buat masalah lebih dari ini. Apa kau tahu siapa orang-orang yang bersamamu?” “Tidak. Memangnya kenapa dengan mereka? Mereka orang-orang yang baik. Mereka juga menolongku yang hampir dijual sebagai budak.” Lorei berpura-pura tidak tahu karena Herfiel tidak mengetahui kalau dirinya bisa membaca pikiran. Tanpa bicara lagi, Herfiel menggunakan sihir pengendali tanaman lalu mengikat Lorei dan menarik gadis itu ke sisinya. “Lorei!” Ruhi

