14 – Hurting

1696 Words

Beberapa waktu berlalu, Asta mendapatkan kembali kesadarannya dengan Ruhi yang masih berlari kencang membawanya. “Huh ...?” Mendengar suara Asta, Ruhi segera berhenti. “Asta? Apa kau sudah sadar?” “Ugh,” Asta merasakan nyeri di bagian tengkuknya, perlahan teringat bahwa Madhiaz yang telah memukulnya hingga ia pingsan. Ia segera terlonjak kaget. “Ayah! Di mana Ayah? Ruhi! Kita di mana? Kenapa aku diikat seperti ini?” Ia mencoba melepaskan diri dari ikatan di tubuhnya. Asta melihat sekitar, gelap dan hanya ada pepohonan. Itu artinya mereka berada di dalam hutan. Ruhi menjawab takut-takut, “Kita ... melarikan diri.” “Apa?!” Asta menatap tak percaya pada Ruhi. “Dan kau meninggalkan Ayah begitu saja?” Kepala Ruhi merunduk. “Paman yang meminta. Paman bilang, ini semua demi Asta.” “Bawa a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD