Part 19

2162 Words

Vania berjalan sendiri di koridor, saat ini ia sedang menuju ruang latihan musik. Saat sudah tiba di sana, ia segera melangkahkan kakinya masuk dan menutup pintunya kembali. Ia berjalan mendekati piano, duduk di kursinya dan mulai menekan tuts–tutsnya. Ia membuka mulutnya, mulai menyanyikan sebuah lagu yang sudah ia hapal di luar kepala. Ia tersenyum saat menyelesaikan lagunya dan tidak menyadari kehadiran seseorang yang sejak tadi sudah memperhatikannya secara diam–diam di pintu. Suara tepuk tangan mengalihkan pandangan Vania ke asal suara. “Kak Kevin? Sedang apa Kakak di sana?“ Pemuda yang baru saja ia sebutkan namanya itu mendekat. “Sejak kau mulai bernyanyi. Suaramu bagus.“ “Terima kasih.“ Kevin mengambil sebuah kursi dan mendudukinya. “Bisa kau nyanyikan lagi lagunya? Aku masih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD